Halaman

Senin, 16 Desember 2013

Benang Merah


Sekarang saya benar-benar tahu dan mengerti. Kehidupan seseorang itu telah terikat oleh sebuah benang merah yang tidak diketahui sejauh apa benang itu teruarai dan dimana ujung dari benang itu. Takdir kehidupan yang tidak ada seorangpun yang mengetahui, tidak ada yang tahu akan seperti apa hidupnya kelak. Tuhan itu Maha, setiap orang telah dikaitkan benang merah dalam kehidupannya. Manusia itu hanya perlu mengurai benang itu dan mencari tau dimana ujungnya.

Tidak mudah memang untuk sekedar mengurai benang itu, tapi jika kita sadar, sebenarnya kita juga sedikit demi setikit telah mengurai benang itu dan berjalan menyusuri benang itu juga. Benang merah saya dan anda tentu saja berbeda, maka dari itu jalan kita juga berbeda. Terkadang kita berdiri ditempat yang sama, melihat hal yang sama, memupuk mimpi yang sama, mengais harapan yang sama, memulai hal yang sama, tapi bukan berarti kita akan sampai dipenghujung tempat itu di waktu yang sama pula. Ada permainan alam yang mengendalikan langkah kita.

Sabtu, 14 Desember 2013

Kemarahan = Semangat


Beberapa hari yang lalu, saya telah menghentikan kemarahan dan kekecewaan saya menjadi rasa ikhlas menerima kenyataan. Saya menjadi orang yang ikhlas menerima takdir, tapi saat ini tidak. Saya ingin mempunyai rasa marah itu. Saya benar-benar menginginkan rasa marah dan kekecewaanku itu muncul lagi. Dua hari saya menjadi orang yang ikhlas dan hanya menerima begitu saja takdir yang ada dihadapan mata. Tapi ternyata menjadi orang yang ikhlas itu menyebalkan, saya tidak mempunyai semangat untuk melangkah, bahkan saya juga tidak mempunyai kekuatan untuk melangkah.

Sekarang saya sadar, kenapa Tuhan menciptakan perasaan marah dan kecewa ke umatnya. Rasa marah dan kecewa itu adalah penyemangat terhebat untuk manusia. Rasa  marah itu yang menjadikan manusia itu bangkit, dan rasa kecewa itu yang membuat manusia itu bersemangat untuk memulai lagi. Saat manusia menjadi orang yang ikhlas dan menerima takdir begitu saja, manusia akan merasakan kekosongan dalam hidup.


Lebih baik jangan membunuh rasa marah, kecewa, dan juga kerakusan anda. Marah, kecewa, dan rakus, akan mengantarkan manusia pada kekuatan dan semangat yang luar biasa. Saat saya marah, kecewa, dan juga rakus, ternyata saat itu pula saya mempunyai kekuatan dan semangat yang luar biasa.

Kamis, 12 Desember 2013

Tingkatan Hubungan “Kata Reply 1997”


Terkadang seseorang yang mengatakan kita untuk tidak pergi, mungkin di dalam hatinya yang terdalam mereka menginginkan kita untuk pergi. Dan terkadang lagi, seseorang yang mengatakan kita untuk pergi, di dalam hatinya sebenarnya sama sekali tidak menginginkan kita pergi. Perasaan manusia memang tidak bisa ditebak, baik kedalamannya maupun ketulusannya. Itulah kenapa masalah hati adalah bagian terumit dalam kehidupan dan hubungan antar manusia adalah hal terumit dalam silsilah kehidupan.

Seseorang pernah mengatakan bahwa “semua hubungan itu mempunyai tingkatan”. Hubungan saya dan seseorang itu adalah hubungan yang paling mudah. Suatu hubungan yang sangat mudah untuk di jelaskan dan sepertinya mudah untuk dipelihara.Suatu hubungan yang begitu saja terjadi antara teman lama. Tapi di hari itu saya sadar satu hal, ternyata hubungan kami akan menjadi salah satu yang tersulit.

DESEMBER

Desember semakin dingin. Saat ini Desemberku ditemani hujan dan kesendirian. Saya masih duduk di pojok ruang sempit yang cukup nyaman, jauh dari keramaian dan penuh dengan kedamaian. Sore ini, hujan semakin membuat udara terasa dingin. Angin yang berhembus juga cukup sejuk, aroma tanah yang menyejukan hati. Tidak ada lagi rasa marah dan kecewa, mungkin karena saya mulai mengikhlaskannya. Sudahlah hidupku juga bukan hanya tentang yang satu itu.

Mendengarkan musik, bernyanyi, memahami setiap lirik itu, dan juga menikmati hembusan angin itu, kebahagiaan yang sederhana, saya menikmatinya, dan juga saya sedikit bahagia. Saat hujan, saya menyukai hujan, saya juga menyukai angin yang berhembus. Desemberku ini, mungkin beberapa anggrekku di rumah juga akan bermekaran, saya merindukannya. Desemberku dulu, saya hanya menanti anggrek-anggrekku itu bermekaran. Desemberku saat ini, saya hanya menanti keajaiban dan merindukan Desemberku yang dulu.

(Desemberku, dan halaman rumah)

Rabu, 11 Desember 2013

Hari Ini


Menjadi orang ikhlas mungkin lebih nyaman dan tentu aman daripada menjadi orang yang rakus. Saya rakus dalam mengejar impian itu. Menjadi orang rakus itu benar-benar menyiksa. Saat itu semua organ tubuhku ini bekerja keras, saya menjadi si keras kepala dan lupa segalanya.
Saat mata dipaksa menatap layar, jari-jemari sibuk menari diatas papan, dan otak dipaksa untuk berpikir keras, telinga dipaksa untuk tidak mendengarkan apapun, dan perut dibiarkan bernyanyi. Saya pernah melakukan itu, dan yang saya hasilkan hanya coretan, lesu, lingkaran hitam di bawah mata, rambut semakin rontok, jam tidur berkurang, dan juga kepala yang terasa semakin berat.
Sejak saya menjadi orang yang rakus, saya hanya duduk di pojok kamar, pokok ruang sempit itu, dan menunggu di lorong-lorong itu. Tentu saja saya tidak sendiri, ada beberapa orang yang silih berganti menghampiriku, mereka membagikan semangat, berbagi tawa, dan juga memberikan saya tekanan yang teramat sangat yang membuat saya semakin rakus.

Senin, 09 Desember 2013

Siapa Cepat Dia Yang Dapat


Ini bukan siapa yang memulainya terlebih dahulu maka dia akan mengakhirinya lebih dulu. Tapi ini tentang siapa yang cepat dia yang dapat.
1.   Terkadang seseorang yang sudah memulai terlebih dahulu, setiap hari orang itu juga melangkahkan kakinya melewati jalan itu, dan orang itu hingga saat ini juga belum melewati garis finish di jalan tersebut.
2.   Terkadang ada juga seseorang yang dia enggan memulainya, kemudian ia mencoba melangkahkan kaki di jalan itu, setiap hari juga mencoba berlari di jalan itu, dan akhirnya berhasil melewati finish lebih dulu dibandingkan orang pertama.
3.   Terkadang lagi, juga ada seseorang yang enggan memulainya, enggan mencobanya, dan atas dorongan dari alam dia terjerumus masuk ke jalan itu, mau tidak mau dia juga harus melangkah, dan alam terlalu baik dengannya hingga dia juga mencapai finish lebih awal dari orang pertama.
Kehidupan ini bukan tentang siapa yang memulainya terlebih dulu lalu dia sukes lebih dahulu. Alam punya permainan yang lebih menarik dari itu. Alam mempunyai hukum cerdik dan juga licik. Tidak perlu menjadi orang pintar untuk sukses. Kesuksesan hanya bisa dicapai dengan dua macam cara, cerdik dan juga licik.

Sabtu, 07 Desember 2013

Memotivasi Diri Sendiri

Menulis lagi, mencoba memulainya dari awal. Memompa kembali semangat-semangat yang masih tersisa. Menyesali itu bukan akhir yang baik. Seorang teman dari masa lalu saya mengatakan “jika kamu hidup dengan penyesalan, bukankah itu hanya menambah beban di hidupmu, lebih baik kamu memotivasi diri sendiri, karena itu lebih bijak daripada hanya sekedar menyesalinya”. Saya pernah kecewa dan juga menyesalinya. Saya akan menjadikan kekecewaan ini sebagai kekuatan. Seseroang itu juga pernah mengatakan “Bagi seorang pemenang, kekecewaan akan memberikan inspirasi pada mereka untuk terus belajar, dan mengambil tindakan yang lebih baik lagi”. Saya akan mencobanya.

Melangkah sedikit demi sedikit mungkin lebih baik daripada banyak dan kamu tidak mendapatkan manfaat dari perjalanan itu. “Saya hanya berusaha menerima, menikmati, dan mensyukuri perjalanan ini. Karena semua akan ada akhir, baik itu akhir yang sesuai ataupun yang tidak, saya juga harus menerimanya”. Menjadi jujur untuk diri sendiri dan memotivasi diri untuk bisa melangkah lebih jauh lagi.

Mencoba mengerti dan mengartikan setiap langkah yang akan saya lalui, walau “terkadang apa yang kita artikan, belum tentu sama dengan pesan yang ingin disampaikan”. Saya akan tetap mencoba dan mempelajarinya. Semua akan ada akhir. Dan itu senjata pamungkas saya untuk tetap mencobanya sampai akhir. Pura-pura tidak peduli dengan akhir apa yang akan alam takdirkan. Saya akan melakukannya sampai akhir.

Jumat, 06 Desember 2013

Kehidupan (pertemuan, perpisahan, kenangan, kebahagian, kecanggungan, dan kejujuran)


Menjadi remaja adalah masa yang sulit, karena kita tidak tahu jawaban apapun. Kita tidak tahu apa yang benar-benar kita inginkan, siapa yang benar-benar mencintai kita. Kita benar-benar kesulitan menemukan jawabannya. Dan akhirnya, saat kita menemukan jawaban secara ajaib, kita sudah menjadi orang dewasa dan telah melewati banyak perpisahan “Reply 1997”.

Di dunia ini ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Disaat dunia penuh dengan perpisahan, mungkin dunia memang tidak kiamat. Tapi bagi beberapa orang yang berpisah kiamat mungkin adalah takdir yang lebih baik.

Kamis, 05 Desember 2013

Sampah, Sampah, dan Nyampah

Menunggu, apa yang harus saya lakukan saat saya menunggu? Saya lelah menunggunya, lelah untuk sekedar duduk diam di lorong-lorong dan ruang sempit itu. Kenapa setiap  hari saya masih saja hidup dengan ketidak pastian? Tidak bisakah saya mengakhiri semuanya sesegera mungkin?

Terkadang saya juga lelah untuk sekedar bertanya kepada diri saya sendiri, saya malas dengan aktivitas menunggu, menunggu, dan menunggu lagi.  Awalnya saya cukup bahagia saat menunggu, tapi lagi-lagi itu hanya sebuah awal dari perjalanan. Ketika seseorang dihadapkan dalam aktivitas yang sama setiap harinya, maka kemungkinan terbesar yang muncul adalah kejenuhan dan kemarahan.

Layang-Layang Impian

Ternyata selama ini saya bermimpi terlalu tinggi. Saya tidak menyadari bahwa layang-layang impianku itu terbang semakin tinggi dan kini sangat tinggi. Saya tidak menyadari bahwa semakin tinggi suatu tempat, maka semakin kencang angin yang meniupnya. Layang-layang impianku tentang S dan W  itu tanpa saya sadari semakin tinggi, dan sangat tinggi, hingga saya tersadar bahwa layang-layang impian itu harus oleng dan tumbang oleh angin itu.

Angin itu telah mengembalikan layang-layang impian itu kedasar laut. Saat layang-layang impian itu kembali keasalnya, layang-layang impian itu tidak menangis, hanya saja angin yang berhembus itu terlalu kencang dan membuat matanya berair.

Halaman

Get Code

pop2

pop